Tuesday, July 8, 2014

Denpasar Selatan, Dari Sebuah Lorong…


anak angin ruh
           sembunyikan sajak airmatamu
hanya cakrawala sepagar halaman
           kali ini menyibak rahasia semesta
begitulah senantiasa perempuan
           ibunda setiap yang bertanda laki-laki
sigaran nyawa
           pecandu laknat air dewi katakatamu

bibit cahaya rumpun perdu
inilah perjalanan penemuan siangmalammu
           saban kali kau mengidung menembang
dan melabuh bara para kekasih dewata
           terowongan penjor nun
di dusun dusun jagatraya Bali
           resah menanti lalu menyulingmu kembali
memasuki gerbang kotamu tergesa metropolitan

ada juga titipan jalan pasir
           gubug ladang garam masa kecilmu
kaligrafi sungai payau, gaib aksara
terbungkus pujapujimu, mutlak laguan kawi
           kembali kau menyuruk ingatan
limbung mengguruk tanah kuru dengan darah cinta
           kesuir atau sipongang segara gunungkah itu
gagu merafal, mengeja eja mantra purba…


(Umbu Landu Paranggi)


Sumber : Bali Post Minggu, 23 Februari 1997

No comments:

Post a Comment